Showing posts with label pembangunan partisipatif. Show all posts
Showing posts with label pembangunan partisipatif. Show all posts

kerangka teori : mekanisme proses perencanaan pembangunan partisipatif

mekanisme proses perencanaan pembangunan partisipatif pada pemerintah kota/kabupaten dibagi sesuai dengan tingkatan pemerintah di daerah. mekanisme tersebut dibagi dalam 3 (tiga) tingkatan daerah administrasi yaitu pada tingkat desa/kelurahan, tingkat kecamatan, dan tingkat kabupaten/kota.

proses penyusunan rencana pembangunan partisipatif dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme yang melibatkan masyarakat dalam setiap prosesnya, oleh karena itu produk rencana pembangunan daerah yang disusun dengan pendekatan partisipatif memiliki ciri mencerminkan kebutuhan masyarakat serta lebih banyak mengakomodasi usulan – usulan yang berasal dari masyarakat.

proses perencanaan pembangunan dengan pola partisipatif akan berhasil jika ditunjang dengan pra kondisi pada pelaksanaannya :
1. komitmen pemerintah daerah
2. sosialisasi proses perencanaan pembangunan
3. publikasi
4. akses informasi
5. proses yang demokratis

kerangka teori : perencanaan pembangunan partisipatif

Perencanaan pembangunan adalah proses persiapan sistematis, bertahap, dan berkesinambungan antara kegiatan – kegiatannya yang bertujuan perbaikan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh dan bersifat dinamis. Pada era otonomi sekarang ini rakyatlah yang bertindak sebagai subyek dari perencanaan pembangunan, sudah seharusnya mereka diposisikan sebagai salah satu pemeran dari rencana pembangunan yang akan dibuat.

Perencanaan pembangunan partisipatif adalah perencanaan pembangunan yang melibatkan unsur masyarakat baik secara individu maupun perwakilan pada setiap proses kegiatannya dan memberikan hak kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan. Perencanaan pembangunan partisipatif merupakan suatu bentuk peran serta masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan pembangunan di mana masyarakat dapat mempengaruhi arah serta menentukan keputusan terhadap kegiatan pembangunan.

ciri-ciri pembangunan yang partisipatif

dalam pembangunan seharusnya menerapkan konsep partisipasi. Adapun  ciri-ciri pembangunan yang partisipatif menurut parwoto (1997) adalah :
  1. proaktif atau sukarela (tanpa disuruh)
  2. adanya kesepakatan yang diambil bersama oleh semua pihak yang terlibat dan yang akan terkena akibat kesepakatan tersebut
  3. adanya tindakan mengisi kesepakatan tersebut
  4. adanya pembagian kewenangan dan tanggungjawab dalam kedudukan yang setara antar unsur/pihak yang terlibat.