pelayanan publik menurut keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara
dalam keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara nomor : kep/25/m.pan/2/2004 tentang pedoman umum penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayanan instansi pemerintah, disebutkan bahwa pelayanan publik merupakan segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan, maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan perundang-undangan.
dalam surat keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara nomor 63/kep/m.pan/7/2003 tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayana publik dijelaskan bahwa penyelenggara pelayanan publik adalah instansi pemerintah melalui unit kerja yang secara langsung memberikan pelayanan kepada penerima pelayanan publik. sedangkan pemberi pelayanan publik adalah pejabat atau pegawai instnasi pemerintah yang melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
pada hakekatnya pelayanan publik adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat (kepmen pan no. 63/kep/m.pan/7/2003 tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayana publik).
tentang kebijakan publik
dalam sistem administrasi republik indonesia lan ri 2003, kebijakan diartikan sebagai suatu keputusan yang dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan tertentu, untuk melakukan kegiatan tertentu, atau untuk mencapai tujuan tertentu, yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan yang berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan negara.
konsep kebijakan dapat dipandang dari sudut proses merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi paling tidak tiga hal pokok, yaitu (a) pembuatan atau formulasi kebijakan, (b) pelaksanaan kebijakan, dan (c) evaluasi kinerja kebijakan, yang dilakukan dalam rangka pemantauan, pengawasan (internal/eksternal), dan pertanggung jawaban.(sistem administrasi republik indonesia lan ri, 2003).
dalam sistem administrasi republik indonesia lan ri, 2003 disebutkan bahwa efektivitas pelaksanaan kebijakan (suatu kebijakan telah diimplementasikan) dapat dilihat antara lain dari :
1. output kebijakan oleh badan/pihak pelaksana,
2. pemenuhan/ ketaatan kelompok sararan kebijakan terhadap output kebijakan,
3. dampak nyata output kebijakan,
4. dampak output kebijakan berdasarkan persepsi kelompok sasaran,
5. penyempurnaan (feedback) terhadap kebijakan.
konsep kebijakan dapat dipandang dari sudut proses merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi paling tidak tiga hal pokok, yaitu (a) pembuatan atau formulasi kebijakan, (b) pelaksanaan kebijakan, dan (c) evaluasi kinerja kebijakan, yang dilakukan dalam rangka pemantauan, pengawasan (internal/eksternal), dan pertanggung jawaban.(sistem administrasi republik indonesia lan ri, 2003).
dalam sistem administrasi republik indonesia lan ri, 2003 disebutkan bahwa efektivitas pelaksanaan kebijakan (suatu kebijakan telah diimplementasikan) dapat dilihat antara lain dari :
1. output kebijakan oleh badan/pihak pelaksana,
2. pemenuhan/ ketaatan kelompok sararan kebijakan terhadap output kebijakan,
3. dampak nyata output kebijakan,
4. dampak output kebijakan berdasarkan persepsi kelompok sasaran,
5. penyempurnaan (feedback) terhadap kebijakan.
teori efektivitas organisasi
Posted by
share kliping
on Tuesday, November 1, 2011
/
Labels:
efektivitas organisasi
/
Comments: (0)
faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas organisasi
dydiet hardjito (1997) mengemukakan bahwa keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya dipengaruhi oleh komponen-komponen organisasi yang meliputi (1) struktur, (2) tujuan; (3) manusia, (4) hukum (5) prosedur pengoperasian yang berlaku; (6) teknologi, (7) lingkungan, (8) kompleksitas (9) spesialisasi; (10) kewenangan; (11) pembagian tugas.
komberly dan rottman (dalam gibson) berpendapat bahwa efektivitas organisasi ditentukan oleh lingkungan, teknologi, pilihan strategi, proses dan kultur.
menurut hall (1991) dalam menilai efektivitas suatu organisasi baik organisasi publik maupun privat terdapat sejumlah model pendekatan yang dapat digunakan, diantaranya system resource model, the goals model dan social function model.
dydiet hardjito (1997) mengemukakan bahwa keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya dipengaruhi oleh komponen-komponen organisasi yang meliputi (1) struktur, (2) tujuan; (3) manusia, (4) hukum (5) prosedur pengoperasian yang berlaku; (6) teknologi, (7) lingkungan, (8) kompleksitas (9) spesialisasi; (10) kewenangan; (11) pembagian tugas.
komberly dan rottman (dalam gibson) berpendapat bahwa efektivitas organisasi ditentukan oleh lingkungan, teknologi, pilihan strategi, proses dan kultur.
menurut hall (1991) dalam menilai efektivitas suatu organisasi baik organisasi publik maupun privat terdapat sejumlah model pendekatan yang dapat digunakan, diantaranya system resource model, the goals model dan social function model.
teori kutub pertumbuhan
menurut perroux (1955 dan 1964) telah mendefinisikan kutub pertumbuhan regional sebagai seperangkat industri-industri sedang mengembang yang berlokasi di suatu daerah perkotaan dan mendorong perkembangan lanjutan dari kegiatan ekonomi daerah pengaruhnya.
menurut arsyad (1999) bahwa inti dari teori perroux ini adalah sebagai berikut :
menurut arsyad (1999) bahwa inti dari teori perroux ini adalah sebagai berikut :
- dalam proses pembangunan akan muncul industri unggulan yang merupakan industri penggerak utama dalam pembangunan suatu daerah karena keterkaitan antara industri (forward linkage dan backward linkage), maka perkembangan industri unggulan akan mempengaruhi perkembangan industri lainnya yang berhubungan erat dengan industri unggulan tersebut;
- pemusatan industri pada suatu daerah akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, karena pemusatan industri akan menciptakan pola konsumsi yang berbeda antardaerah sehingga perkembangan industri di daerah akan mempengaruhi perkembangan daerah-daerah lainnya;
- perekonomian merupakan gabungan dari sistem industri yang relatif aktif (industri unggulan) dengan industri-industri yang relatif pasif yaitu industri yang tergantung dari industri unggulan atau pusat pertumbuhan. daerah yang relatif maju atau aktif akan mempengaruhi daerah-daerah yang relatif pasif. diharapkan dari ide ini adalah munculnya trickle down effect dan spread effect.
teori organisasi
definisi organisasi menurut para ahli :
“organisasi dapat diartikan sebagai pengaturan sumber daya dalam suatu kegiatan kerja, dimana tiap-tiap kegiatan tersebut telah disusun secara sistematika untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. pada organisasi tersebut masing-masing personal yang terlibat didalamnya diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab yang dikoordinasi untuk mencapai tujuan organisasi. dimana tujuan organisasi tersebut dirumuskan secara musyawarah sebagai tujuan bersama yang diwujudkan secara bersama-sama.”
(dessler, 1985)
“organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a inidied whole through which authority, coordination and control may be exerciseto achive a given purpose.” organisasi adalah perpaduan secara sistematika daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.
(dimock,1960:)
“an organization is nothing more than a collection of people groups togethers arround a technology which is operated to transform inputs from its environment into marketable goods or services.”
organisasi tidak lebih daripada sekelompok orang yang berkumpul bersama di sekitar suatu teknologi yang dipergunakan untuk mengubah input-input dari lingkungan menjadi barang atau jasa-jasa memberi batasan mengenai organisasi yang dapat dipasarkan
(raymond e. miles,1975)
“organisasi dapat diartikan sebagai pengaturan sumber daya dalam suatu kegiatan kerja, dimana tiap-tiap kegiatan tersebut telah disusun secara sistematika untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. pada organisasi tersebut masing-masing personal yang terlibat didalamnya diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab yang dikoordinasi untuk mencapai tujuan organisasi. dimana tujuan organisasi tersebut dirumuskan secara musyawarah sebagai tujuan bersama yang diwujudkan secara bersama-sama.”
(dessler, 1985)
“organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a inidied whole through which authority, coordination and control may be exerciseto achive a given purpose.” organisasi adalah perpaduan secara sistematika daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.
(dimock,1960:)
“an organization is nothing more than a collection of people groups togethers arround a technology which is operated to transform inputs from its environment into marketable goods or services.”
organisasi tidak lebih daripada sekelompok orang yang berkumpul bersama di sekitar suatu teknologi yang dipergunakan untuk mengubah input-input dari lingkungan menjadi barang atau jasa-jasa memberi batasan mengenai organisasi yang dapat dipasarkan
(raymond e. miles,1975)
teori pembangunan ekonomi
pengertian pembangunan ekonomi menurut arsyad (1999) meliputi empat hal sebagai berikut:
keberhasilan pembangunan ekonomi paling tidak ditunjukkan dalam tiga hal sebagai berikut (todaro, 2000: 16-17):
- merupakan suatu proses yang berlangsung terus menerus;
- adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan per kapita;
- peningkatan pendapatan tersebut berlangsung dalam jangka panjang;
- munculnya perbaikan sistem kelembagaan di segala bidang (ekonomi, sosial dan budaya). perbaikan ini meliputi dua aspek yaitu aspek perbaikan organisasi (institusi) dan perbaikan di bidang regulasi baik formal maupun informal).
keberhasilan pembangunan ekonomi paling tidak ditunjukkan dalam tiga hal sebagai berikut (todaro, 2000: 16-17):
- terwujudnya kecukupan (sustenance), yaitu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. kecukupan yang dimaksud adalah tidak sekedar menyangkut kebutuhan makanan semata, melainkan juga kebutuhan dasar lainnya seperti sandang, papan, kesehatan dan keamanan;
- adanya peningkatan jati diri (self-esteem) yaitu menjadi manusia seutuhnya yang merupakan dorongan diri sendiri untuk maju, menghargai diri sendiri dan merasa diri pantas untuk melakukan dan meraih sesuatu, dan sejenisnya;
- adanya kebebasan (freedom) yaitu kebebasan atau kemampuan untuk memilih berbagai hal atas sesuatu yang dianggap cocok untuk dirinya dan merupakan salah satu hak azasi manusia.
teori pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
pembangunan harus dipandang sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional, di samping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan
(menurut todaro, 1998)
pembangunan merupakan transformasi kualitatif, yang terkait dengan perubahan struktur, semisal perubahan struktur masyarakat agraris menuju masyarakat industri. perbedaan sudut pandang terhadap konsep pembangunan maupun pertumbuhan ekonomi di atas bisa saja terletak pada tataran konsep namun tidak pada pelaksanaannya sebab keduanya saling bergayutan.
(tjokrowinoto)
teori yang mendasari bahwa pembangunan akan dapat meningkat-kan pertumbuhan ekonomi mengacu pada pendapat todaro (1998) yang mengatakan “pengejaran pertumbuhan” merupakan tema sentral dalam kehidupan ekonomi semua negara di dunia dewasa ini. pemerintah di negara mana pun dapat segera jatuh atau bangun berdasarkan tinggi rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapainya dalam catatan statistik nasional.
(menurut todaro, 1998)
pembangunan merupakan transformasi kualitatif, yang terkait dengan perubahan struktur, semisal perubahan struktur masyarakat agraris menuju masyarakat industri. perbedaan sudut pandang terhadap konsep pembangunan maupun pertumbuhan ekonomi di atas bisa saja terletak pada tataran konsep namun tidak pada pelaksanaannya sebab keduanya saling bergayutan.
(tjokrowinoto)
teori yang mendasari bahwa pembangunan akan dapat meningkat-kan pertumbuhan ekonomi mengacu pada pendapat todaro (1998) yang mengatakan “pengejaran pertumbuhan” merupakan tema sentral dalam kehidupan ekonomi semua negara di dunia dewasa ini. pemerintah di negara mana pun dapat segera jatuh atau bangun berdasarkan tinggi rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapainya dalam catatan statistik nasional.